Misteri Suara Aneh dan Jendela Terbuka
Liburan
semester ini, saya akan pergi ke desa mengunjungi nenek karena ayah dan ibu
yang harus bertugas di luar kota. Pagi buta aku sudah berangkat diantar ayah
dan ibu. Ditengah perjalanan saya melihat banyak musang yang mencari makanan,
pemandangan yang indah dan merasakan udara pagi yang segar. Tepat pukul 8 pagi,
saya tiba di desa. Di depan rumah, nenek menunggu dengan senyuman bahagia.
Mungkin karena cucu kesayangannya sudah datang. Hehehe
“hati-hati ya Fara.” ayah berkata sambil
mengelus kepalaku.
“Ya
ayah.” Kataku sambil mencium tangan ayah.
“Seminggu
lagi kami jemput ya nak.” kata ibu dengan senyumannya.
Ibu
dan ayah pergi. Aku disambut nenek dengan hidangan yang lezat. Tak lama
kemudian sepupuku di desa Winda datang menghampiri.
“Winda,
sudah lama kita tak bertemu” kataku sambil memeluknya.
“Fara
jangan lebai deh,” jawab Winda.
“Hehehehehe”
aku tertawa smbil melepas tangan.
“Ayo
makan Winda!” kata nenek sambil menyiapkan makanan dan langsung ke dapur.
Kami makan dengan lahapnya. Setelah makan
Winda menceritakan sesuatu hal yang sering terjadi dimalam hari di desa.
“Far,
kamu tau ngak ? Akhir-akhir ini di desa ini setiap malam ada suara aneh seperti
orang menangis.” cerita Winda.
“ Oh
ya?” jawab ku sedikit takut.
“ Ya, aku pun takut dibuatnya, tak ada
anak-anak di desa ini yang keluar malam hari” kata Winda dengan sedikit
gemetar.
“
Winda, bagaimana kalau nanti malam kamu tidur di kamarku ya?” Pinta ku.
“
Oke.” Jawab Winda.
Tiba
malam hari, aku dan Winda ke kmar untuk tidur. Aku ketakutan karena cerita
Winda siang tadi. Ternyata Winda benar, ada suara aneh seperti orang menangis.
Suasana semakin tegang ketika jendela kamar kami terbuka dengan sendirinya.
“
Suara apa tu Far?” kata Winda memegang tanganku erat.
“
Bodoh kamu, bukannya itu suara orang menangis yang kamu ceritakan siang tadi.”
Jawab ku
“
Bukan lihat jendela kamar!” kata Winda sambil menunjuk kearah jendela.
Aku
ketakutan dan berlari tetapi Winda menarik tanganku agar dia lari duluan ke
kamar nenek. Kami saling tarik-menarik sampai jatuh agar lari duluan ke luar,
akhirnya kami lari bersama. Tiba di kamar nenek, kami langsung menceritakan apa
yang terjadi.
“
Nenek, di kama di di kamar.” Kataku samb ngos-ngosan.
“ Ada
apa ?” jawab nenek.
“ Itu
nek… itu.” Kata Winda.
“
tarik napas dulu,baru cerita.” Kata nenek.
“
Nenek, jendela kamar kami terbuka sendiri.” Kata Winda.
Nenek
langsung melihat keadaan kamar dankami mengikuti dari belakang. Tiba-tiba…
“ Hahahaha.” Nenek tertawa terbahak-bahak.
“
Nenek kenapa?” kataku dengan ketakutan karena mengira nenek kesurupan.
“ Jendela kamar ini memang tidak kuat, lihat
engselnya saja hampir lepas ditambah lagi angin kencang.” Kata nenek.
“ Tapi suara aneh seperti oran menangis itu
nek.” Jawab Winda membantah nenek.
“ Suara itu, itu bukan suara orang
menangis,tapi suara musang yang mencari dan merebut makanan.” Kata nenek sambil
tersenyum.
“ Jadi itu suara musang, kamu bikin takut ja sih
Winda.” Kataku sambil marah.
“ Tapi bu Susan yang mengatakannya kepada
anak-anak desa ini.” Kata Winda.
“ Mungkin bu Susan menceritakannya agar anak-anak
keluar pada malam hari, kan bahaya bagi anak-anak keluar malam hari.” Kata nenek
sambil tersenyum.
“ Jadi begitu… uh nyebelin.” Kata Winda sambil
menggerutu.
“ Itu kan demi kalian semua.” Kata nenek
Kami semua
pun tertawa bersama karena melihat ekspresi Winda yang lucu. Setelah kejadian
itu tidur ku lebih nyenyak. Liburan ini terasa mengembirakan karena pengalaman
ini jadi tak terlupakan.