Minggu, 02 Desember 2012

Cerpen


Misteri Suara Aneh dan Jendela Terbuka

Liburan semester ini, saya akan pergi ke desa mengunjungi nenek karena ayah dan ibu yang harus bertugas di luar kota. Pagi buta aku sudah berangkat diantar ayah dan ibu. Ditengah perjalanan saya melihat banyak musang yang mencari makanan, pemandangan yang indah dan merasakan udara pagi yang segar. Tepat pukul 8 pagi, saya tiba di desa. Di depan rumah, nenek menunggu dengan senyuman bahagia. Mungkin karena cucu kesayangannya sudah datang. Hehehe
 “hati-hati ya Fara.” ayah berkata sambil mengelus kepalaku.
“Ya ayah.” Kataku sambil mencium tangan ayah.
“Seminggu lagi kami jemput ya nak.” kata ibu dengan senyumannya.
Ibu dan ayah pergi. Aku disambut nenek dengan hidangan yang lezat. Tak lama kemudian sepupuku di desa Winda datang menghampiri.
“Winda, sudah lama kita tak bertemu” kataku sambil memeluknya.
“Fara jangan lebai deh,” jawab Winda.
“Hehehehehe” aku tertawa smbil melepas tangan.
“Ayo makan Winda!” kata nenek sambil menyiapkan makanan dan langsung ke dapur.
 Kami makan dengan lahapnya. Setelah makan Winda menceritakan sesuatu hal yang sering terjadi dimalam hari di desa.
“Far, kamu tau ngak ? Akhir-akhir ini di desa ini setiap malam ada suara aneh seperti orang menangis.” cerita Winda.
“ Oh ya?” jawab ku sedikit takut.
  Ya, aku pun takut dibuatnya, tak ada anak-anak di desa ini yang keluar malam hari” kata Winda dengan sedikit gemetar.
“ Winda, bagaimana kalau nanti malam kamu tidur di kamarku ya?” Pinta ku.
“ Oke.” Jawab Winda.
Tiba malam hari, aku dan Winda ke kmar untuk tidur. Aku ketakutan karena cerita Winda siang tadi. Ternyata Winda benar, ada suara aneh seperti orang menangis. Suasana semakin tegang ketika jendela kamar kami terbuka dengan sendirinya.
“ Suara apa tu Far?” kata Winda memegang tanganku erat.
“ Bodoh kamu, bukannya itu suara orang menangis yang kamu ceritakan siang tadi.” Jawab ku
“ Bukan lihat jendela kamar!” kata Winda sambil menunjuk kearah jendela.
Aku ketakutan dan berlari tetapi Winda menarik tanganku agar dia lari duluan ke kamar nenek. Kami saling tarik-menarik sampai jatuh agar lari duluan ke luar, akhirnya kami lari bersama. Tiba di kamar nenek, kami langsung menceritakan apa yang terjadi.
“ Nenek, di kama di di kamar.” Kataku samb ngos-ngosan.
“ Ada apa ?” jawab nenek.
“ Itu nek… itu.” Kata Winda.
“ tarik napas dulu,baru cerita.” Kata nenek.
“ Nenek, jendela kamar kami terbuka sendiri.” Kata Winda.
Nenek langsung melihat keadaan kamar dankami mengikuti dari belakang. Tiba-tiba…
  Hahahaha.” Nenek tertawa terbahak-bahak.
“ Nenek kenapa?” kataku dengan ketakutan karena mengira nenek kesurupan.
 Jendela kamar ini memang tidak kuat, lihat engselnya saja hampir lepas ditambah lagi angin kencang.” Kata nenek.
  Tapi suara aneh seperti oran menangis itu nek.” Jawab Winda membantah nenek.
  Suara itu, itu bukan suara orang menangis,tapi suara musang yang mencari dan merebut makanan.” Kata nenek sambil tersenyum.
 Jadi itu suara musang, kamu bikin takut ja sih Winda.” Kataku sambil marah.
  Tapi bu Susan yang mengatakannya kepada anak-anak desa ini.” Kata Winda.
  Mungkin bu Susan menceritakannya agar anak-anak keluar pada malam hari, kan bahaya bagi anak-anak keluar malam hari.” Kata nenek sambil tersenyum.
  Jadi begitu… uh nyebelin.” Kata Winda sambil menggerutu.
  Itu kan demi kalian semua.” Kata nenek
Kami semua pun tertawa bersama karena melihat ekspresi Winda yang lucu. Setelah kejadian itu tidur ku lebih nyenyak. Liburan ini terasa mengembirakan karena pengalaman ini jadi tak terlupakan.

Rabu, 07 November 2012

This is my school " SMA Negeri 1 Bukittinggi ". SMA Negeri 1 is located on Jalan Syekh Jamil Jambek no. 36 Bukittinggi. My school is the best Senior High School number 1 in Bukittinggi. It has many achievement, they are sport, sains's olympic, technology, extraculicular, etc. SMA  Negeri 1 Bukittinggi has many Students about 1000 students.

The first time I entered  this school is only because of following my friend. After that, when I register to SMA 1, I saw many student are doing dhuha prayer. that moment, I was touched. Since that time, I decided to entered SMA 1 seriously.

This school looks clean, and the students are religious. Now my school is in the progress to  reach International standard . And I really hope my school will be the best school ever.